Google berkomitmen untuk mendorong terwujudnya keadilan ras bagi komunitas Kulit Hitam. Lihat caranya.

Memulai Firebase Crashlytics

Panduan memulai ini menjelaskan cara menyiapkan Firebase Crashlytics di aplikasi Anda dengan Firebase Crashlytics SDK, agar Anda bisa mendapatkan laporan kerusakan yang komprehensif di Firebase console.

Penyiapan Crashlytics memerlukan tugas, baik di Firebase console maupun IDE Anda (seperti menambahkan file konfigurasi Firebase dan Crashlytics SDK). Untuk menyelesaikan penyiapan, Anda harus memaksa error pengujian untuk mengirim laporan kerusakan pertama ke Firebase.

Sebelum memulai

  1. Tambahkan Firebase ke project Android jika belum melakukannya. Jika tidak memiliki aplikasi Android, Anda dapat mendownload aplikasi contoh.

  2. Direkomendasikan: Untuk mendapatkan fitur seperti pengguna bebas error, log breadcrumb, dan notifikasi kecepatan, Anda harus mengaktifkan Google Analytics di project Firebase.

    • Jika project Firebase yang ada belum mengaktifkan Google Analytics, Anda dapat melakukannya dari tab Integrasi di > Setelan project di Firebase console.

    • Saat membuat project Firebase baru, aktifkan Google Analytics selama alur kerja pembuatan project.

Langkah 1: Aktifkan Crashlytics di Firebase console

  1. Buka dasbor Crashlytics di Firebase console.

  2. Pastikan aplikasi Anda dipilih dari dropdown di samping Crashlytics di bagian atas halaman.

  3. Klik Aktifkan Crashlytics.

Langkah 2: Tambahkan plugin Firebase Crashlytics ke aplikasi

  1. Di file build.gradle level project, tambahkan plugin Gradle Crashlytics sebagai dependensi buildscript.

    buildscript {
        repositories {
            // Check that you have Google's Maven repository (if not, add it).
            google()
        }
    
        dependencies {
            // ...
    
            // Check that you have the Google services Gradle plugin v4.3.2 or later
            // (if not, add it).
            classpath 'com.google.gms:google-services:4.3.10'
    
            // Add the Crashlytics Gradle plugin
            classpath 'com.google.firebase:firebase-crashlytics-gradle:2.7.1'
        }
    }
    
    allprojects {
        repositories {
            // Check that you have Google's Maven repository (if not, add it).
            google()
        }
    }
  2. Di file build.gradle level aplikasi, terapkan plugin Gradle Crashlytics:

    apply plugin: 'com.android.application'
    apply plugin: 'com.google.gms.google-services' // Google services Gradle plugin
    
    // Apply the Crashlytics Gradle plugin
    apply plugin: 'com.google.firebase.crashlytics'
    

Langkah 3: Tambahkan Firebase Crashlytics SDK ke aplikasi

Dengan Firebase Android BoM, deklarasikan dependensi untuk library Android Crashlytics dalam file Gradle modul (level aplikasi), biasanya app/build.gradle.

Untuk mendapatkan pengalaman yang optimal dengan Crashlytics, sebaiknya aktifkan Google Analytics di project Firebase dan tambahkan Firebase SDK untuk Google Analytics ke aplikasi Anda.

Java

dependencies {
    // Import the BoM for the Firebase platform
    implementation platform('com.google.firebase:firebase-bom:28.3.1')

    // Declare the dependencies for the Crashlytics and Analytics libraries
    // When using the BoM, you don't specify versions in Firebase library dependencies
    implementation 'com.google.firebase:firebase-crashlytics'
    implementation 'com.google.firebase:firebase-analytics'
}

Dengan menggunakan Firebase Android BoM, aplikasi Anda akan selalu menggunakan versi library Android Firebase yang kompatibel.

(Alternatif) Deklarasikan dependensi library Firebase tanpa menggunakan BoM

Jika memilih untuk tidak menggunakan Firebase BoM, Anda harus menentukan setiap versi library Firebase di baris dependensinya.

Perhatikan bahwa jika Anda menggunakan beberapa library Firebase di aplikasi Anda, sebaiknya gunakan BoM untuk mengelola versi library, yang memastikan bahwa semua versi kompatibel.

dependencies {
    // Declare the dependencies for the Crashlytics and Analytics libraries
    // When NOT using the BoM, you must specify versions in Firebase library dependencies
    implementation 'com.google.firebase:firebase-crashlytics:18.2.1'
    implementation 'com.google.firebase:firebase-analytics:19.0.0'
}

Kotlin+KTX

dependencies {
    // Import the BoM for the Firebase platform
    implementation platform('com.google.firebase:firebase-bom:28.3.1')

    // Declare the dependencies for the Crashlytics and Analytics libraries
    // When using the BoM, you don't specify versions in Firebase library dependencies
    implementation 'com.google.firebase:firebase-crashlytics-ktx'
    implementation 'com.google.firebase:firebase-analytics-ktx'
}

Dengan menggunakan Firebase Android BoM, aplikasi Anda akan selalu menggunakan versi library Android Firebase yang kompatibel.

(Alternatif) Deklarasikan dependensi library Firebase tanpa menggunakan BoM

Jika memilih untuk tidak menggunakan Firebase BoM, Anda harus menentukan setiap versi library Firebase di baris dependensinya.

Perhatikan bahwa jika Anda menggunakan beberapa library Firebase di aplikasi Anda, sebaiknya gunakan BoM untuk mengelola versi library, yang memastikan bahwa semua versi kompatibel.

dependencies {
    // Declare the dependencies for the Crashlytics and Analytics libraries
    // When NOT using the BoM, you must specify versions in Firebase library dependencies
    implementation 'com.google.firebase:firebase-crashlytics-ktx:18.2.1'
    implementation 'com.google.firebase:firebase-analytics-ktx:19.0.0'
}

Langkah 4: Paksa error pengujian untuk menyelesaikan penyiapan

Untuk menyelesaikan penyiapan Crashlytics dan melihat data awal di dasbor Crashlytics pada Firebase console, Anda harus memaksa error pengujian.

  1. Tambahkan kode ke aplikasi yang dapat Anda gunakan untuk memaksa error pengujian.

    Anda dapat menggunakan kode berikut di MainActivity aplikasi untuk menambahkan tombol ke aplikasi Anda yang, jika ditekan, akan menyebabkan error. Tombol tersebut diberi label "Test Crash".

    Java

    Button crashButton = new Button(this);
    crashButton.setText("Test Crash");
    crashButton.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
       public void onClick(View view) {
           throw new RuntimeException("Test Crash"); // Force a crash
       }
    });
    
    addContentView(crashButton, new ViewGroup.LayoutParams(
           ViewGroup.LayoutParams.MATCH_PARENT,
           ViewGroup.LayoutParams.WRAP_CONTENT));
    

    Kotlin+KTX

    val crashButton = Button(this)
    crashButton.text = "Test Crash"
    crashButton.setOnClickListener {
       throw RuntimeException("Test Crash") // Force a crash
    }
    
    addContentView(crashButton, ViewGroup.LayoutParams(
           ViewGroup.LayoutParams.MATCH_PARENT,
           ViewGroup.LayoutParams.WRAP_CONTENT))
    
  2. Build dan jalankan aplikasi Anda.

  3. Paksa error pengujian untuk mengirimkan laporan kerusakan pertama aplikasi:

    1. Buka aplikasi dari emulator atau perangkat pengujian.

    2. Di aplikasi Anda, tekan tombol "Test Crash" yang Anda tambahkan menggunakan kode di atas.

    3. Setelah aplikasi Anda mengalami error, mulai ulang aplikasi agar dapat mengirimkan laporan kerusakan ke Firebase.

  4. Buka dasbor Crashlytics Firebase console untuk melihat error pengujian Anda.

    Jika Anda sudah me-refresh konsol dan masih tidak melihat error pengujian setelah lima menit, aktifkan logging debug untuk melihat apakah aplikasi Anda mengirim laporan kerusakan atau tidak.


Dan selesai! Crashlytics kini akan memantau aplikasi Anda untuk menemukan error, dan Anda dapat melihat serta menyelidiki laporan kerusakan dan statistik error di dasbor Crashlytics.

Langkah berikutnya