Cloud Functions for Firebase

Cloud Functions for Firebase adalah framework tanpa server yang memungkinkan Anda menjalankan kode backend secara otomatis sebagai respons terhadap peristiwa yang dipicu oleh fitur Firebase dan permintaan HTTPS. Kode JavaScript atau TypeScript Anda disimpan di cloud Google dan berjalan di lingkungan yang terkelola. Anda tidak perlu mengelola atau menskalakan server Anda sendiri.

Sudah menggunakan Cloud Functions di Google Cloud Platform? Pelajari lebih lanjut cara menyesuaikan Firebase dengan kebutuhan Anda.

Memulai Kasus penggunaan

Kemampuan utama

Mengintegrasikan platform Firebase

Fungsi yang Anda tulis dapat merespons peristiwa yang dihasilkan oleh berbagai fitur Firebase dan Google Cloud, mulai dari pemicu Firebase Authentication hingga Pemicu Cloud Storage.

Integrasikan di seluruh fitur Firebase menggunakan Admin SDK bersama dengan Cloud Functions dan integrasikan dengan layanan pihak ketiga dengan cara menulis webhook Anda sendiri. Cloud Functions meminimalisir kode boilerplate, sehingga mempermudah penggunaan Firebase dan Google Cloud di dalam fungsi Anda.
Tak perlu pemeliharaan Terapkan kode JavaScript atau TypeScript Anda ke server kami dengan satu perintah dari baris perintah. Setelah itu, Firebase akan otomatis menambah resource komputasi agar sesuai dengan pola penggunaan dari pengguna Anda. Anda tidak perlu khawatir tentang kredensial, konfigurasi server, menyediakan server baru, atau menonaktifkan yang lama.
Menjaga keamanan dan kerahasiaan logika aplikasi Dalam sebagian besar kasus, developer lebih memilih untuk mengendalikan logika aplikasi di server agar kode di sisi klien tidak disalahgunakan. Selain itu, terkadang kita tidak ingin kode tersebut direkayasa balik. Cloud Functions benar-benar terisolasi dari klien, sehingga Anda bisa yakin bahwa Cloud Functions terjaga kerahasiaannya dan selalu bertindak sesuai keinginan Anda.

Bagaimana cara kerjanya?

Setelah Anda menulis dan menerapkan fungsi, server Google akan segera memulai pengelolaan fungsi. Anda dapat menjalankan fungsi secara langsung dengan permintaan HTTP, atau dalam kasus fungsi background, server Google akan mendeteksi peristiwa dan menjalankan fungsi saat dipicu.

Seiring bertambahnya atau berkurangnya beban, Google akan merespons dengan menskalakan jumlah instance server virtual yang dibutuhkan secara cepat untuk menjalankan fungsi Anda. Setiap fungsi berjalan secara terisolasi di lingkungannya sendiri dengan konfigurasinya sendiri.

Siklus fungsi background

  1. Developer menulis kode untuk fungsi baru, memilih penyedia peristiwa (seperti Realtime Database), dan menentukan kondisi di mana fungsi harus dijalankan.
  2. Developer menerapkan fungsinya dan Firebase menghubungkannya ke penyedia peristiwa yang dipilih.
  3. Saat penyedia peristiwa menghasilkan peristiwa yang sesuai dengan kondisi fungsi, kode akan diaktifkan.
  4. Jika fungsinya sibuk menangani banyak peristiwa, Google menciptakan lebih banyak instance untuk memproses pekerjaan lebih cepat. Jika fungsinya sedang diam, instance akan dibersihkan.
  5. Saat developer mengupdate fungsinya dengan menerapkan kode yang diupdate, semua instance untuk versi lama dibersihkan dan diganti dengan instance baru.
  6. Saat developer menghapus fungsinya, semua instance akan dibersihkan, dan koneksi antara fungsi dan penyedia peristiwa akan dihapus.

Selain mendeteksi peristiwa dengan fungsi latar belakang, Anda dapat memanggil fungsi secara langsung dengan permintaan HTTP atau panggilan dari klien.

Alur implementasi

Siapkan Cloud Functions Instal Firebase CLI dan inisialisasi Cloud Functions di project Firebase Anda.
Tulis fungsi Tulis kode JavaScript (atau kode TypeScript untuk ditranspilasi saat penerapan) untuk menangani peristiwa dari layanan Firebase, layanan Google Cloud, atau penyedia peristiwa lainnya.
Uji fungsi Gunakan emulator lokal untuk menguji fungsi Anda.
Deploy dan pantau Terapkan fungsi menggunakan Firebase CLI. Anda dapat menggunakan Firebase console untuk melihat dan menelusuri log Anda.

Langkah berikutnya