Catch up on everthing we announced at this year's Firebase Summit. Learn more

Memulai Firebase Remote Config

Anda bisa menggunakan Firebase Remote Config untuk menetapkan parameter dalam aplikasi dan memperbarui value-nya di cloud, yang memungkinkan Anda untuk memodifikasi tampilan dan perilaku aplikasi tanpa mendistribusikan update aplikasi.

Library Remote Config digunakan untuk menyimpan parameter value default dalam aplikasi, mengambil parameter value terbaru dari backend Remote Config, dan mengontrol kapan value yang diambil akan tersedia untuk aplikasi Anda. Untuk mempelajari lebih lanjut, baca artikel Strategi pemuatan Remote Config.

Panduan ini akan menuntun Anda menjalankan langkah-langkah untuk memulai, serta menyediakan beberapa kode contoh, yang semuanya dapat di-clone atau didownload dari repositori GitHub firebase/quickstart-unity.

Menambahkan Remote Config ke aplikasi

Sebelum dapat menggunakan Remote Config, Anda perlu:

  • Mendaftarkan project Unity Anda dan mengonfigurasikannya agar dapat menggunakan Firebase.

    • Jika project Unity Anda telah menggunakan Firebase, berarti project tersebut telah terdaftar dan dikonfigurasi untuk Firebase.

    • Jika belum memiliki project Unity, Anda dapat mendownload aplikasi contoh.

  • Menambahkan Firebase Unity SDK (khususnya, FirebaseRemoteConfig.unitypackage) ke project Unity Anda.

Perlu diperhatikan bahwa menambahkan Firebase ke project Unity Anda melibatkan tugas di Firebase console dan di project Unity yang terbuka (misalnya, Anda mendownload file konfigurasi Firebase dari console, lalu memindahkannya ke project Unity).

Menetapkan parameter value default dalam aplikasi

Anda dapat menetapkan parameter value default dalam objek Remote Config, yang akan digunakan jika tidak ada value lain yang diambil dari backend. Melalui tindakan ini, aplikasi Anda dapat berperilaku seperti yang diinginkan sebelum terhubung dengan backend Remote Config.

Untuk melakukannya, buatlah kamus string, dan isi dengan key-value pair yang mewakili default yang ingin Anda tambahkan. (Properti yang bukan string akan dikonversi ke jenis properti saat SetDefaultsAsync() dipanggil).

System.Collections.Generic.Dictionary<string, object> defaults =
  new System.Collections.Generic.Dictionary<string, object>();

// These are the values that are used if we haven't fetched data from the
// server
// yet, or if we ask for values that the server doesn't have:
defaults.Add("config_test_string", "default local string");
defaults.Add("config_test_int", 1);
defaults.Add("config_test_float", 1.0);
defaults.Add("config_test_bool", false);

Firebase.RemoteConfig.FirebaseRemoteConfig.DefaultInstance.SetDefaultsAsync(defaults)
  .ContinueWithOnMainThread(task => {

Mendapatkan parameter value yang akan digunakan dalam aplikasi Anda

Sekarang Anda bisa mendapatkan parameter value dari objek Remote Config. Jika Anda menetapkan value di backend Remote Config, mengambilnya, lalu mengaktifkannya, value tersebut akan tersedia untuk aplikasi Anda. Jika tidak, Anda akan mendapatkan parameter value dalam aplikasi yang dikonfigurasi menggunakan SetDefaultsAsync().

Untuk mendapatkan value ini, gunakan GetValue(), dengan kunci parameter sebagai argumen. Tindakan ini menampilkan ConfigValue yang memiliki properti untuk mengonversi value ke dalam berbagai jenis dasar.

Menghubungkan aplikasi di Firebase console

Di Firebase console, tambahkan aplikasi Anda ke project Firebase.

Menetapkan parameter value

  1. Buka project Anda di Firebase console.
  2. Pilih Remote Config dari menu untuk melihat dasbor Remote Config.
  3. Tetapkan parameter dengan nama yang sama dengan parameter yang Anda tetapkan dalam aplikasi. Untuk setiap parameter, Anda dapat menetapkan value default (yang pada akhirnya akan mengganti value default dalam aplikasi) dan Anda juga dapat menetapkan value kondisional. Untuk mempelajari lebih lanjut, baca artikel Parameter dan kondisi Remote Config.

Mengambil dan mengaktifkan value (jika perlu)

Untuk mengambil parameter value dari backend Remote Config, panggil metode FetchAsync(). Setiap value yang Anda tetapkan pada backend akan diambil dan disimpan dalam cache di objek Remote Config.

// Start a fetch request.
// FetchAsync only fetches new data if the current data is older than the provided
// timespan.  Otherwise it assumes the data is "recent enough", and does nothing.
// By default the timespan is 12 hours, and for production apps, this is a good
// number. For this example though, it's set to a timespan of zero, so that
// changes in the console will always show up immediately.
public Task FetchDataAsync() {
  DebugLog("Fetching data...");
  System.Threading.Tasks.Task fetchTask =
  Firebase.RemoteConfig.FirebaseRemoteConfig.DefaultInstance.FetchAsync(
      TimeSpan.Zero);
  return fetchTask.ContinueWithOnMainThread(FetchComplete);
}

Value yang diambil melalui FetchAsync() akan disimpan ke dalam cache secara lokal saat pengambilan selesai, tetapi tidak akan tersedia sampai ActivateFetched() dipanggil. Karena FetchAsync() dijalankan secara asinkron, Anda dapat memastikan bahwa nilai yang baru tidak akan diterapkan di tengah-tengah penghitungan, atau pada waktu lain yang dapat menyebabkan masalah atau perilaku aneh.

(Opsional) Mengaktifkan mode developer

Untuk mengaktifkan mode developer, yang dapat digunakan untuk menonaktifkan throttling selama tahap pengembangan, Anda dapat menggunakan properti FirebaseRemoteConfig.Setting. Tetapkan ConfigSettings baru dengan IsDeveloperMode ditetapkan ke true (benar).

Langkah berikutnya

Pelajari kasus penggunaan Remote Config jika Anda belum melakukannya, dan lihat beberapa dokumentasi strategi lanjutan dan konsep utama, termasuk: