Google berkomitmen untuk mendorong terwujudnya keadilan ras bagi komunitas Kulit Hitam. Lihat caranya.
Logo Pomelo
Pomelo Games menggunakan Firebase untuk meningkatkan pendapatan hingga 35% tanpa kehilangan pemain
Screenshot Pomelo

Pendahuluan

Sebagai salah satu studio game terpopuler di Uruguay, Pomelo Games memperhatikan pengalaman pengguna mereka dengan serius. Dengan lima game populer dan sebuah nominasi International Mobile Gaming Award, tim Pomelo Games merasa bangga sebagai developer game unik dan canggih yang menarik minat banyak pemain.

Rilis terbaru mereka, Once Upon a Tower, "adalah game yang mudah dimainkan, sulit ditinggalkan, dan gratis," kata salah satu pendiri mereka, Jonás Mora. Sebagai Pilihan Editor Play Store, game ini disukai karena grafis high fidelity-nya, serta "keadilan mekanisme permainan gratisnya," kata Jonás.

Jadi, saat tim perlu meningkatkan monetisasi game, mereka bingung harus bagaimana. Bagaimana mereka dapat meningkatkan pendapatan tanpa mengorbankan keterjangkauan yang disukai pemain mereka?


Tantang

One idea was to include interstitial ads, but Jonás was initially opposed to the idea. "Personally, I would delete any game containing interstitials right after downloading it," he says, and he assumed Pomelo's price-conscious players would too. Still, he agreed to test his theory using Firebase.

First, the team used Firebase Remote Config and Firebase A/B Testing to test the effects of showing interstitial ads to their entire player base versus a specific sub segment. Then, they used Google Analytics to measure the impact on revenue. They also monitored Google Analytics for changes in retention and used Firebase Crashlytics to keep an eye on stability.

Using Firebase Predictions, the team identified players who were unlikely to make an in-app purchase. Then, they ran a second A/B test in which they only presented ads to the players who were predicted non-spenders (those price-conscious players Jonás was afraid to lose) and monitored the results.

Screenshot Pomelo

Solusi

Setelah dua minggu pengujian, tim Pomelo menemukan bahwa iklan interstisial menghasilkan peningkatan pendapatan AdMob rata-rata 25% dan, yang mengejutkan, peningkatan pembelian dalam aplikasi sebesar 35%. Dalam kedua pengujian, hampir tidak ada dampak pada retensi.

Eksperimen juga menunjukkan bahwa baik pembelanja maupun non-pembelanja merespons dengan baik iklan interstisial, jadi Pomelo memilih untuk meluncurkannya kepada semua orang.

Jonás percaya bahwa iklan interstisial menyebabkan peningkatan pembelian dalam aplikasi karena game menghapus iklan setelah pemain melakukan pembelian, yang mendorong transaksi.

Terinspirasi oleh kesuksesan mereka dengan produk Firebase ini, dikombinasikan dengan Google Analytics dan AdMob, Pomelo kini telah mengintegrasikan alat Firebase ke dalam seluruh portofolio game mereka. "Kami memiliki game lain dalam versi beta, dan kami mencoba membuat keputusan desain berbasis data untuk meningkatkan retensi," ucap Jonás. Dengan menguji lebih awal dan lebih sering, tim kini dapat mengandalkan data untuk mengoptimalkan game mereka — tidak perlu lagi menebak-nebak.


Hasilnya

Peningkatan pembelian dalam aplikasi sebesar 35%

Peningkatan pendapatan sebesar 25% dari iklan dalam aplikasi

Tidak ada penurunan retensi

Logo Pomelo

"Firebase menunjukkan kepada kami cara memonetisasi game tanpa mengurangi kepuasan bermain game atau membuat pemain menjauh. Firebase memberi kami kepercayaan diri untuk mencoba pendekatan baru yang tidak pernah kami duga akan berhasil."

- Jonás Mora, Co-founder, Pomelo Games