Google berkomitmen untuk mendorong terwujudnya keadilan ras bagi komunitas Kulit Hitam. Lihat caranya.

Melakukan Autentikasi Menggunakan Microsoft di Android

Anda dapat mengizinkan pengguna melakukan autentikasi dengan Firebase menggunakan penyedia OAuth, seperti Microsoft Azure Active Directory, dengan mengintegrasikan Login OAuth umum berbasis web ke aplikasi Anda menggunakan Firebase SDK untuk menjalankan alur login secara menyeluruh.

Sebelum memulai

Untuk memproses login menggunakan akun Microsoft (akun Azure Active Directory dan akun Microsoft pribadi), Anda harus terlebih dahulu mengaktifkan Microsoft sebagai penyedia login untuk project Firebase:

  1. Tambahkan Firebase ke project Android.

  2. Di Firebase console, buka bagian Auth.
  3. Pada tab Sign-in method, aktifkan penyedia Microsoft.
  4. Tambahkan Client ID dan Client Secret dari konsol developer penyedia tersebut ke konfigurasi penyedia:
    1. Untuk mendaftarkan klien OAuth Microsoft, ikuti petunjuk di Quickstart: Register an app with the Azure Active Directory v2.0 endpoint. Perlu diperhatikan bahwa endpoint ini mendukung login menggunakan akun pribadi Microsoft dan akun Azure Active Directory. Pelajari lebih lanjut Azure Active Directory v2.0.
    2. Saat mendaftarkan aplikasi ke penyedia ini, pastikan untuk mendaftarkan domain *.firebaseapp.com untuk project Anda sebagai domain pengalihan untuk aplikasi Anda.
  5. Klik Save.
  6. Jika Anda belum menentukan sidik jari SHA-1 aplikasi, lakukanlah dari halaman Settings di Firebase console. Baca artikel Mengautentikasi Klien untuk mengetahui detail tentang cara mendapatkan sidik jari SHA-1 aplikasi.

Menangani alur login dengan Firebase SDK

Jika Anda mem-build aplikasi Android, cara termudah untuk mengautentikasi pengguna dengan Firebase menggunakan akun Microsoft mereka adalah dengan menangani seluruh alur login dengan Firebase Android SDK.

Untuk menangani alur login dengan Firebase Android SDK, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buat instance OAuthProvider menggunakan Builder-nya dengan ID penyedia microsoft.com.

    OAuthProvider.Builder provider = OAuthProvider.newBuilder("microsoft.com");
    
  2. Opsional: Tentukan parameter OAuth kustom tambahan yang ingin dikirim dengan permintaan OAuth.

    // Force re-consent.
    provider.addCustomParameter("prompt", "consent");
    
    // Target specific email with login hint.
    provider.addCustomParameter("login_hint", "user@firstadd.onmicrosoft.com");
    

    Untuk parameter yang didukung Microsoft, baca dokumentasi OAuth Microsoft. Perlu diperhatikan bahwa Anda tidak dapat meneruskan parameter yang diperlukan Firebase dengan setCustomParameters(). Beberapa parameter tersebut antara lain client_id, response_type, redirect_uri, state, scope, dan response_mode.

    Untuk mengizinkan hanya pengguna dari tenant Azure AD tertentu login ke aplikasi, nama domain sederhana tenant Azure AD atau ID GUID tenant dapat digunakan. Hal ini dapat dilakukan dengan menentukan kolom "tenant" di objek parameter kustom.

    // Optional "tenant" parameter in case you are using an Azure AD tenant.
    // eg. '8eaef023-2b34-4da1-9baa-8bc8c9d6a490' or 'contoso.onmicrosoft.com'
    // or "common" for tenant-independent tokens.
    // The default value is "common".
    provider.addCustomParameter("tenant", "TENANT_ID");
    
  3. Opsional: Tentukan cakupan OAuth 2.0 tambahan selain profil dasar yang ingin diminta dari penyedia autentikasi.

    List<String> scopes =
        new ArrayList<String>() {
          {
            add("mail.read");
            add("calendars.read");
          }
        };
    provider.setScopes(scopes);
    

    Untuk mempelajari lebih lanjut, baca dokumentasi izin dan persetujuan Microsoft.

  4. Lakukan autentikasi dengan Firebase menggunakan objek penyedia OAuth. Perlu diperhatikan bahwa tidak seperti operasi FirebaseAuth lainnya, operasi ini akan mengambil alih kendali UI Anda dengan memunculkan Tab Chrome Kustom. Oleh sebab itu, jangan merujuk ke Aktivitas di OnSuccessListener dan OnFailureListener yang ditambahkan karena kedua pemroses tersebut akan langsung dihapus ketika operasi memulai UI.

    Anda harus terlebih dahulu memeriksa apakah Anda sudah menerima respons atau belum. Proses login dengan metode ini menempatkan Aktivitas Anda di latar belakang, yang berarti aktivitas tersebut dapat diklaim kembali oleh sistem selama alur login. Untuk memastikan bahwa Anda tidak membuat pengguna mencoba lagi jika hal ini terjadi, Anda harus memeriksa apakah hasilnya sudah ada atau belum.

    Untuk memeriksa apakah ada hasil yang tertunda, panggil getPendingAuthResult:

    Task<AuthResult> pendingResultTask = firebaseAuth.getPendingAuthResult();
    if (pendingResultTask != null) {
      // There's something already here! Finish the sign-in for your user.
      pendingResultTask
          .addOnSuccessListener(
              new OnSuccessListener<AuthResult>() {
                @Override
                public void onSuccess(AuthResult authResult) {
                  // User is signed in.
                  // IdP data available in
                  // authResult.getAdditionalUserInfo().getProfile().
                  // The OAuth access token can also be retrieved:
                  // authResult.getCredential().getAccessToken().
                  // The OAuth ID token can also be retrieved:
                  // authResult.getCredential().getIdToken().
                }
              })
          .addOnFailureListener(
              new OnFailureListener() {
                @Override
                public void onFailure(@NonNull Exception e) {
                  // Handle failure.
                }
              });
    } else {
      // There's no pending result so you need to start the sign-in flow.
      // See below.
    }
    

    Untuk memulai alur login, panggil startActivityForSignInWithProvider:

    firebaseAuth
        .startActivityForSignInWithProvider(/* activity= */ this, provider.build())
        .addOnSuccessListener(
            new OnSuccessListener<AuthResult>() {
              @Override
              public void onSuccess(AuthResult authResult) {
                // User is signed in.
                // IdP data available in
                // authResult.getAdditionalUserInfo().getProfile().
                // The OAuth access token can also be retrieved:
                // authResult.getCredential().getAccessToken().
                // The OAuth ID token can also be retrieved:
                // authResult.getCredential().getIdToken().
              }
            })
        .addOnFailureListener(
            new OnFailureListener() {
              @Override
              public void onFailure(@NonNull Exception e) {
                // Handle failure.
              }
            });
    

    Setelah berhasil diselesaikan, token akses OAuth yang terkait dengan penyedia dapat diambil dari objek OAuthCredential yang ditampilkan.

    Dengan token akses OAuth, Anda dapat memanggil Microsoft Graph API.

    Tidak seperti penyedia lain yang didukung oleh Firebase Auth, Microsoft tidak menyediakan URL foto. Sebagai gantinya, data biner untuk foto profil harus diminta melalui Microsoft Graph API.

    Selain token akses OAuth, token ID OAuth pengguna juga dapat diambil dari objek OAuthCredential. Klaim sub dalam token ID adalah khusus aplikasi dan tidak akan cocok dengan ID pengguna gabungan yang digunakan oleh Firebase Auth dan dapat diakses melalui user.getProviderData().get(0).getUid(). Sebagai gantinya, kolom klaim oid harus digunakan. Saat menggunakan tenant Azure AD untuk login, klaim oid akan berupa kecocokan persis. Namun, untuk kasus non-tenant, kolom oid akan diberi padding. Untuk ID gabungan 4b2eabcdefghijkl, oid akan memiliki format 00000000-0000-0000-4b2e-abcdefghijkl.

  5. Meskipun contoh di atas berfokus pada alur login, Anda juga dapat menautkan penyedia Microsoft kepada pengguna yang ada menggunakan startActivityForLinkWithProvider. Misalnya, Anda dapat menautkan beberapa penyedia kepada pengguna yang sama agar bisa login dengan salah satu penyedia tersebut.

    // The user is already signed-in.
    FirebaseUser firebaseUser = firebaseAuth.getCurrentUser();
    
    firebaseUser
        .startActivityForLinkWithProvider(/* activity= */ this, provider.build())
        .addOnSuccessListener(
            new OnSuccessListener<AuthResult>() {
              @Override
              public void onSuccess(AuthResult authResult) {
                // Microsoft credential is linked to the current user.
                // IdP data available in
                // authResult.getAdditionalUserInfo().getProfile().
                // The OAuth access token can also be retrieved:
                // authResult.getCredential().getAccessToken().
                // The OAuth ID token can also be retrieved:
                // authResult.getCredential().getIdToken().
              }
            })
        .addOnFailureListener(
            new OnFailureListener() {
              @Override
              public void onFailure(@NonNull Exception e) {
                // Handle failure.
              }
            });
    
    
  6. Pola yang sama dapat digunakan dengan startActivityForReauthenticateWithProvider, yang dapat digunakan untuk mengambil kredensial baru untuk operasi sensitif yang memerlukan login terbaru.

    // The user is already signed-in.
    FirebaseUser firebaseUser = firebaseAuth.getCurrentUser();
    
    firebaseUser
        .startActivityForReauthenticateWithProvider(/* activity= */ this, provider.build())
        .addOnSuccessListener(
            new OnSuccessListener<AuthResult>() {
              @Override
              public void onSuccess(AuthResult authResult) {
                // User is re-authenticated with fresh tokens and
                // should be able to perform sensitive operations
                // like account deletion and email or password
                // update.
              }
            })
        .addOnFailureListener(
            new OnFailureListener() {
              @Override
              public void onFailure(@NonNull Exception e) {
                // Handle failure.
              }
            });
    

Langkah berikutnya

Setelah pengguna login untuk pertama kalinya, akun pengguna baru akan dibuat dan ditautkan ke kredensial, yaitu nama pengguna dan sandi, nomor telepon, atau informasi penyedia autentikasi, yang digunakan pengguna tersebut untuk login. Akun baru ini disimpan sebagai bagian dari project Firebase Anda, dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengguna di setiap aplikasi dalam project, terlepas dari cara pengguna login.

  • Di aplikasi, Anda bisa mendapatkan informasi profil dasar pengguna dari objek FirebaseUser. Baca bagian Mengelola Pengguna.

  • Di Aturan Keamanan Firebase Realtime Database dan Cloud Storage, Anda bisa mendapatkan ID pengguna unik milik pengguna yang login dari variabel auth, dan menggunakannya untuk mengontrol data yang dapat diakses oleh pengguna.

Anda dapat mengizinkan pengguna untuk login ke aplikasi menggunakan beberapa penyedia autentikasi dengan menautkan kredensial penyedia autentikasi ke akun pengguna yang ada.

Untuk memproses logout pengguna, panggil signOut:

Java

FirebaseAuth.getInstance().signOut();

Kotlin+KTX

Firebase.auth.signOut()